Ruangnarasi.id, Bogor- Food waste atau sisa pangan adalah pangan layak dan aman untuk dikonsumsi manusia dan berpotensi terbuang di proses distribusi dan konsumsi. Food waste saat ini menjadi isu yang penting dan telah menjadi perhatian secara global. Sisa makanan ini merupakan salah satu yang menjadi permasalahan ekonomi dan lingkungan paling menantang di abad ke-21.
Menurut kajian Bappenas, pada tahun 2000-2019 di indonesia sebanyak 23-48 juta ton/tahun atau setara dengan 115 – 184 kg/tahun/kapita menjadi sampah. Timbulan food waste paling besar terjadi pada sektor konsumsi, yaitu 5 – 19 juta ton/tahun dimana sebagian besarnya (80%) berasal dari sektor rumah tangga akibat kelebihan porsi dalam penyajian dan pembelian (50,18%) yang disebabkan karena perilaku dan pengelolaan pangan yang kurang baik.
Selain itu penanganan food waste merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan atau yang dikenal sebagai SDGS, khususnya poin 12.3 yakni : di tahun 2030 “berkurangnya sebanyak 50% food waste per kapita di tingkat ritel dan konsumen. Di Kabupaten Bogor sendiri, sampah rumah tangga pangan / food waste di kabupaten bogor yaitu sebanyak 77 kg/kap/tahun setara dengan 428.802 ton/tahun atau 1,17 juta kg/hari. Hal ini merupakan tugas kita semua dalam menangani food waste khususnya di Kabupaten Bogor. Mengingat urgensi kegiatan ini Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor melaksanakan Kegiatan “PENANGANAN SISA SUSUT PANGAN TAHUN 2025”


1.2 Tujuan
Melakukan penanganan sisa dan susut pangan di Kabupaten Bogor
– Membuat draft regulasi terkait penanganan sisa dan susut pangan
– Meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan kapasitas masyrakat Kabupaten Bogor terkait penanganan sisa dan susut pangan.
– Memperluas koordinasi dan Kerjasama terkait penanganan sisa dan susut pangan
1.3 Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah SKPD terkait baik level nasional dan daerah, masyarakat dan komunitas penggiat pangan di Kabupaten Bogor
PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan Penanganan Kerawanan Pangan Kewenangan Kabupaten/Kota Sub Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Penanganan Kerawanan Pangan Kabupaten/Kota tahun 2025 ini meliputi beberapa uraian pelaksanaan kegiatan sebagai berikut :
2.1. Struktur Organisasi Kegiatan
Penanggung Jawab : Kepala Dinas Ketahanan Pangan
Pengendali / KPA / PPK : Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
Sinta Yulianti, S.IP., M.Si. Ketua: Ketua Tim Kerawanan Pangan
Jubaedah, S.Sos
Anggota :
-Hendri Tri Sopian, S.TP -Frema Apdita, S.Gz, M.I.R
-R. Isfi Fathy Asfia, S.Gz
-Tatang Hidayat, S.AP
-Indriyanti Suhendar,S.Farm
2.2. Penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) Kegiatan
Penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) Kegiatan dilaksanakan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor pada Bulan Januari Tahun 2025. Tahapan penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) Kegiatan meliputi :
a. Pengumpulan bahan penyusun/literatur
b. Identifikasi kegiatan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)
c. Penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) Kegiatan
1.4 Peta Jalan Penanganan Sisa dan Susut Pangan
Penanganan food waste sendiri jika dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan akan mendongkrak pencapaian beberapa point SDGS antara lain :
a. SDG 1 & 2 (No Poverty & Zero Hunger)
b. SDG 3, 4, 5 (Good Health, Quality Education & Gender Equality
c. SDG 6 (Clean Water and Sanitation)
d. SDG 8 (Decent Work and Economic Growth)
e. SDG 11 (Sustainable Cities and Communities)
f. SDG 12 (Sustainable Consumption and Production)
g. SDG 13 (Climate Action)
h. SDG 14 (Life Below Water)
i. SDG 15 (Life on Land)
II. HASIL KEGIATAN :
3.1 Pengembangan Kebijakan dan Regulasi
– Usulan Draft Perbup penanganan daerah rentan rawan pangan yang didalamnya termasuk penanganan sisa dan susut pangan.
– Upaya integrasi isu sisa dan susut pangan Raperda Pengelolaan Sampah Kabupaten Bogor.
3.2 Peningkatan Kapasitas dan Edukasi
Berdasarkan kajian food loss and waste Indonesia (Bappenas, 2021) penyebab utama susut dan sisa pangan di Indonesia adalah kurangnya informasi dan edukasi pekerja pangan dan konsumen serta perilaku konsumen / kelebihan porsi. Hal ini mengindikasikan perlunya percepatan diseminasi informasi isu susut dan sisa pangan di semua lini baik dari level global, nasional dan daerah. Percepatan diseminasi informasi untuk meningkatkan pemahaman publik merupakan point penting dalam penanganan isu ini. :
a. Kampanye dan Gerakan Penyelamatan Pangan melalui kegiatan Babagi Sayuran (BAGAS):
BAGAS dalam kegiatan ini DKP bekerjasama dengan petani lokal untuk menyerap produk pertanian dari petani lokal disaat harga jual sedang turun dan menyerap produk pertanian (sayur dan buah) yang tidak laku dipasar karena bentuk tidak menarik diolah menjadi produk yang bernilai tambah ke masyarakat membutuhkan.


Selain itu dalam kegiatan ini juga dilakukan edukasi masyarakat terkait ugly food . Ugly food atau imperfect product dapat didefinisikan sebagai produk yang tidak memenuhi standar pasar dari segi penampilan. Ugly food dianggap buruk dan tidak menarik karena warna, bentuk, atau ukurannya yang tidak menggambarkan produk-produk yang diiklankan. Akibatnya, banyak bahan pangan yang terbuang dari adanya konsumsi sayur dan buah yang over selektif. Padahal, faktanya ugly food atau imperfect product memiliki kandungan yang tidak kalah unggul dengan produk (waste4change).
BAGAS (Bagi-Bagi Sayuran) adalah kampanye dan edukasi ke masyarakat tentang urgensi dan bagaimana penanganan sisa dan susut pangan di komoditas sayur dan buah (ugly food / imperfect product). Dalam kegiatan ini DKP bekerjasama dengan petani lokal untuk menyerap produk pertanian dari petani lokal disaat harga jual turun dan menyerap sayur dan buah yang tidak laku dipasar karena bentuk tidak menarik (ugly food) sehingga menurunkan angka sisa dan susut pangan.
Kegiatan Babagi Sayuran dilaksanakan secara 6 tahap dengan jadwal sebagai berikut :
-BAGAS Tahap 1
11 Juni 2025
Stadion Pakansari (Hari Jadi Bogor)
-BAGAS Tahap 2
15 Juni 2025
Stadion Pakansari (Hari Jadi Bogor)
-BAGAS Tahap 3
17 Juni 2025
Stadion Pakansari (Hari Jadi Bogor)
-BAGAS Tahap 4
26 Juni 2025
Stadion Pakansari (Hari Jadi Bogor)
-BAGAS Tahap 5
13 Agustus 2025
Kecamatan Cibinong
-BAGAS Tahap 6
16 Oktober 2025
Taman Pemuda
b. Sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat
a. Hotel restoran anggota PHRI Kabupaten Bogor
Salah satu penyebab utama food waste di Hotel, Restoran dan Katering (Horeka) adalah kurangnya edukasi / penyebarluasan informasi pekerja pangan dan konsumen terkait urgensi penanganan food waste. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2025 di Harris Hotel Cibinong City Mall dengan peserta perwakilan Horeka anggota PHRI Kabupaten Bogor.
Narasumber dari kegiatan ini adalah Direktur Kerawanan Pangan Ibu Nita Yulianis, SP, M.Si selaku Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan, Bapak Iwan Ridwan Suryawimaja Wakil Sekretaris PHRI Jawa Barat dan Bapak Fierra Setyawan selaku manager on Food Nature and People IBCSD.


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapabilitas sektor swasta terkait penanganan food waste sehingga mampu mencegah jumlah food waste yang dihasilkan di sektor swasta. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah untuk membangun kerjasama yang sinergis di horeka dalam mewujudkan sistem pangan berkelanjutan.Selain DKP juga menyerahkan banner Gerakan Selamatkan Pangan kepada Horeka dalam rangka pemasifan isu
Pemantauan pemasangan banner Gerakan Selamatkan Pangan yang telah di serahkan merupakan bentuk pengukuran komitmen Horeka dalam pelaksanaan penangangan sisa dan susut pangan di instansi masing-masing. Berdasarkan evaluasi >70% Horeka yang memasang banner yang telah diserahkan.
c. TOT dan Inklusi ke Pendidikan
Percepatan diseminasi informasi untuk meningkatkan pemahaman publik merupakan point penting dalam penanganan isu ini. Mengingat Kabupaten Bogor memiliki luas wilayah administratif sebesar 2.191,78 km2 yang terbagi menjadi 40 Kecamatan, 435 Desa / Kelurahan serta dengan jumlah sebanyak 5.682.303 orang pada tahun 2025 harus ada upaya optimalisasi excellent service dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor.
Optimalisasi excellent service yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
– Mencetak para trainer terkait penanganan isu pengelolaan susut dan sisa pangan (food loss and waste) melalui metode Training Of Trainer (TOT)
– Integrasi / Inklusi isu food waste ke intra dan ekstrakulikuler pesantren melalui penyerahan worskheet dan fun games “ular tangga”.
Pelaksanaan Pelatihan dan Edukasi
Hari/tanggal : Jumat, 7 November 2025
Rabu, 12 November 2025
Waktu : 08.00 s/d selesai
Tempat : Pesantren Darul Muttaqien,Parung Pesantren Darul Fallah, Ciampea
Narasumber :
1. Dinas Lingkungan Hidup
2. Dinas Ketahanan Pangan
3. Praktisi Dosen Sekolah Vokasi IPB University
– Dr. Eng Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi, M.Si, IPU, ASEAN Eng
– Firman Muhammad Basar, S.Pd, M.Pd
Peserta :
1.Santriwan dan Santriwati Pesantren Darul Mutaqqien & Darul Fallah
2. Asatidz dan Asatidzah Pesantren Darul Mutaqqien dan Darul Fallah
3. Petugas dapur pesantren Darul Mutaqqien dan Darul Fallah
Pelatihan dan edukasi juga diharapkan mampu mengintegrasikan isu food waste ke dalam ekstra / intra kulikuler pesantren dengan tema Edutain – to educate while entertaining melalui praktek pemilahan sampah, fun cooking untuk pangan berlebih dan budidaya maggot pakan dan pangan, games ular tangga dan penyerahan worksheet terkait “Praktik Baik Stop Boros Pangan”.
3.3 Peningkatan Koordinasi dan Kerjasama :
– FOI : pemberdayaan masyakat terkait ekonomi sirkular termasuk penanganan sisa dan susut pangan
– IBCSD : di sector private bussines (hotel, restoran dan catering)
– Food Cycle : on progress penanganan food waste di komoditas sayur dan buah
– IPB : Praktik Kerja Lapang Mahasiswa Gizi Masyarakat FEMA IPB di Kabupaten Bogor
– Mengusulkan proposal terkait bijak kelola sisa dan susut pangan ke beberapa perusahaan di Kabupaten Bogor
– DLH Kabupaten Bogor terkait integrasi penanganan food waste sebagai point penilaian adiwiayata, sosialisasi di pesantren dan SPPG. (Adv)
